2.

Kamis, 15 Agustus 2013

Kasih Sayang yang HIlang....



Disuatu negara ada seorang anak remaja yang nasibnya tidak sebegitu beruntung seperti kita. Dia adalah salah satu dari sekian banyak anak “broken home” di dunia. Saya tidak akan menyebutkan nama aslinya. Saya menyamarkan menjadi “DIA” dipostingan saya kali ini. Dia menjadi korban atas kegagalan rumah tangga papa mamanya. Ini kisah nyata. Harap dibaca sampai akhir. 16 tahun lalu tepatnya tahun 1997 papa dan mama dia menikah. Selang waktu 2 tahun yaitu tahun 1999 mamanya mengandung dia. Dan setelah usia kandungannya menginjak usia 9 bulan 10 hari tepatnya pada bulan Februari dia lahir disalah satu rumah sakit ternama dikota tempat dia tinggal sekarang. Pada saat ia dilahirkan memang papanya ada mendampingi mamanya tapi tak lama setelah itu papanya harus berangkat lagi ke Jakarta untuk menyelesaikan urusan kantornya. Sejak kecil memang dia jarang bertemu papanya karena tugas pekerjaan yang harus dijalani papanya di Jakarta. Selama papanya tugas di Jakarta dia diasuh oleh mama yang dibantu neneknya. Dia bertemu papanya hanya 1 kali dalam 1 bulan.
Itupun kalau papanya bisa pulang dan meninggalkan sebentar tugas-tugas kantor itu. Sekali bertemu papanya selalu membelikan mainan, baju-baju dan perlengkapan lainnya untuk dirinya. Betapa senangnya dia. Papanya begitu sayang dengannya begitu juga mamanya. Sebuah keajaiban datang papanya diberi waktu libur oleh atasanya. Tanpa membuang banyak waktu papanya memboyong dia dan mamanya liburan ke Bali. Sangat bahagia keluarga kecil ini disana begitupun dia yang sudah lama tidak bertemu papanya akhirnya bisa liburan bersama. Bertahun-tahun berlalu. Dia yang dulu kecil kini beranjak balita disaat usianya 5 tahun dia mempunyai seorang adik perempuan. Saat itu juga yang dia nanti tiba akhirnya papanya pindah tugas di Surabaya tempat dia tinggal sekarang. Adiknya lebih sedikit beruntung dari dia karena dari lahir sampai sekarang papa ada buat dia terus. Tidak seperti dia dulu yang hanya 1 kali dalam 1 bulan bertemu papanya. Setelah adiknya berumur sekitar 2 tahun, papanya membawa dia,adiknya,dan mamanya ke Jakarta untuk berlibur disana. Pada waktu itu papa mamanya masi baik baik saja dalam artian tidak ada masalah apapun yang membuat mereka bertengkar. Tak hanya berhenti liburan di Jakarta. Jika ada waktu mama papanya sering mengajak dia ke mall untuk jalan jalan dan belanja. Papanya juga sering ngajak dia, mama, dan adiknya untuk nonton bioskop. Pada waktu itu dia benar-benar merasa keluarganya “UTUH”. Tahun berganti tahun kini dia beranjak remaja. Masa-masa remaja teman-temannya jauh lebih beruntung dibanding dirinya. Karena biasanya masa remaja ini dihabiskan dengan bergurau dengan teman, atau berlibur dengan keluarganya. Tapi, dimasa remajanya dia harus terpuruk karena masalah keluarganya.

Dia sangat tak menyangka kalau keluarganya akan seperti ini. Yang dulu baik baik saja yang dulu penuh kasih sayang seakan hilang ditelan waktu. Papa mama dia bertengkar tanpa dia ketahui masalah sebenarnya apa. Sekarang mamanya sakit papanya sibuk mengurusi pekerjaannya tanpa tahu mamanya sakit. Memang dia sekarang masih bisa bertemu papanya walau hanya pada waktu berangkat sekolah karena pada saat itu papanya selalu menghantarkannya sekolah. Entah nanti dia bisa atau tidak seperti itu. Mungkin kata “perceraian” akan terjadi. Entah itu kapan. Dia takut sangat takut dia malu jika melihat keluarga teman-temannya akur bisa bersama sama kemanapun. Gak jarang dia nangis jika melihat keluarga teman-temannya itu. Siapa yang mau jadi seperti dia? Gak ada gak akan pernah ada yang mau! Sama seperti dia, dia tak minta ini terjadi. Tapi ini takdir dia harus jalani ini. Mamanya sering bilang “kamu gausa terlalu memikirkan ini, kamu harus fokus sekolah biar pinter. Gausa terlalu memikirkan mama papa”. Itu yang membuat dia tidak bisa nahan nangis. Sering dia melihat semua teman-temannya dikelas. Mereka sangat ceria dan gak ada yang terpuruk seperti dia. Awalnya dia berfikir kalau hanya dia yang tidak beruntung dibanding teman teman sekelasnya yang keluarganya masih utuh. Tapi ada beberapa teman kelasnya yang sama seperti dia. Tapi temannya itu bisa ceria seakan tidak ada masalah seperti ini. Aku juga ingin ceria ingin menutupi kesedihan ini. Tapi gabisa, sekarang dia pasrah. Pasrah dengan apa yang akan dilakukan mama papanya nanti. Dia hanya bisa berdoa untuk kebaikan kedua orang tuanya.
Nah, kalian para remaja yang masih beruntung mempunyai keluarga yang utuh dan penuh kasih sayang berdoa lah terus agar tidak terjadi pertengkaran atau masalah apapun seperti keluarga “DIA” J. Tapi, bagi kalian  yang sama seperti dia jangan menyerah gak sedikit kok anak broken home yang sukses. Semangat!^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar